Kecewa Dodi-Giri, Tim Badai Dari 18 Kecamatan Pindahkan Dukungan ke HDMY

PALEMBANG—Sebanyak 18 Kecamatan Tim Badai pendukung pasangan Dodi Reza Alex –Giri Ramanda Kiemas (Dodi-Giri), Minggu (26/5) malam resmi menyatakan diri keluar dan mencabut dukungan terhadap paslon nomor empat tersebut. Selanjutnya, Tim Badai yang dikenal sebagai salah satu tim inti Dogi tersebut menyatakan dukungan terhadap pasangan nomour urut 1, Herman Deru-Mawardi Yahya (HDMY) dan berganti nama menjadi Tim Badai Menderu yang dipimpin ketuanya Rahmad.

Dekralasi Tim Badai Menderu tersebut disampaikan langsung dihadapan Herman Deru di rumah kediamannya, Komplek Taman Kenten No 8 Palembang. Rahmad didampingi sejumlah pengurus teras Tim Badai Menderu dan ratusan anggotanya disambut HD dan tim pemenangan HDMY dengan suka cita dan penuh kekeluargaan.

“Alhamdulillah ini adalah skenario Allah. Insyaa Allah kedatangan dan dukungan Tim Badai Menderu ini akan menambah semangat perjuangan seluruh Tim dan simpatisan HDMY untuk merebut kemenangan pada 27 Juni 2018 mendatang,’’ tegas HD disambut gemuruh tepuk tangan.
Menurut Ketua Tim Badai Menderu, Rahmad, keputusan dan sikap eks Tim Badai tersebut murni atas kehendak dan panggilan hati nurani ribuan anggota tim yang sudah terbentuk dan tersebar di 18 kecamatan se Kota Palembang.

Setelah deklarasi ini, secepatnya mereka akan melakukan konsolidasi ke 18 kecamatan se Kota Palembang dan berkordinasi dengan jajaran Tim Pemenangan HDMY untuk melakukan pergerakan-pergerakan dalam rangka pemenangan HDMY di Sumsel.

“Insyaa Allah Tim Badai Menderu solid dan siap berjuangan untuk HDMY. Kita siap mengerahkan semua kekuatan jaringan Tim Badai Menderu yang memang sudah terbentuk. Insyaa Allah Tim Badai Menderu akan memberikan kontribusi dalam kemenangan HDMY,’’ tegas Rahmad disambut gemuruh tepuk tangan .
Ditanya penyebab pencabutan dukungan Tim Badai terhadap Dodi-Giri, Rahmad enggan banyak berkomentar dan hanya tersenyum.

“Intinya kami sudah tidak nyaman lagi di sana. Kami lebih nyaman di HDMY. Kami merasakan suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan di HDMY.,’’ ujar tokoh pemuda Sumsel asal Lahat ini.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, pencabutan dukungan Tim Badai terhadap pasangan Dogi ini antara lain disebabkan suasana di Tim Dodi-Giri yang terlalu birokrasi. Sehingga sulit bagi tim untuk berkomunikasi langsung dan menemui Dodi-Giri. Padahal Tim Badai sudah bekerja lebih dari 8 bulan untuk mensosialisasikan paslon tersebut.

“Kalau tim inti saja sulit menemui kandidat, bagaimana dengan rakyat biasa. Ini berbeda jauh dengan HDMY yang setiap saat dan siapapun gampang menemui Pak Herman Deru dan Mawardi Yahya,’’ ujar salah satu anggota eks Tim Badai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *